Makna Lagu All The Signs dari Don Toliver menceritakan hubungan asmara yang penuh gairah namun juga diwarnai konflik dan rasa bersalah. Don Toliver menggambarkan dinamika cinta yang intens — di satu sisi ada hasrat fisik yang kuat, di sisi lain ada pertengkaran dan drama yang terus berulang.
Lirik “Guilty for believing all the signs” menunjukkan penyesalan karena terlalu percaya pada tanda-tanda cinta yang ternyata rumit. Verse Teezo Touchdown menambahkan perspektif tentang siklus putus-nyambung (break up, make up) dalam hubungan yang penuh gejolak emosi, di mana pertengkaran justru berakhir dengan rekonsiliasi yang penuh gairah.
[Don Toliver:]
Know you been mad at me, I ain’t trippin’, girl, it’s all love
Tahu kau marah padaku, aku tak mempermasalahkannya, sayang, semua ini cinta
Got me stressin’ when I see you in the club, drinkin’ ’42 like it’s nothin’
Membuatku stres saat melihatmu di klub, minum ’42 seolah tak apa-apa
I been watchin’ you and I can’t take no more
Aku sudah mengamatimu dan tak bisa menahan diri lagi
I’ma give you what your body’s been waitin’ for
Aku akan memberimu apa yang tubuhmu tunggu-tunggu
So if you wanna get s*x, turn around (Turn around)
Jadi kalau kau mau bercinta, berbaliklah (Berbaliklah)
I’ll let you throw that a*s up and down (Up and down)
Akan kubiarkan kau menggoyangkan pinggulmu naik turun (Naik turun)
Come on now, girl, I know I wanna see you naked, ooh, ooh
Ayolah sayang, aku tahu aku ingin melihatmu telanjang, ooh, ooh
Ooh, ooh, yeah, you know, you know I just can’t take
Ooh, ooh, yeah, kau tahu, kau tahu aku tak bisa menahan
I can’t take it no more
Aku tak bisa menahan diri lagi
Let your panties hit the floor, put your hands on the door right now (Right now)
Biarkan celana dalammu jatuh ke lantai, letakkan tanganmu di pintu sekarang (Sekarang)
It seems like you ready
Sepertinya kau sudah siap
So come on now, girl, you know, you know I just can’t take
Jadi ayolah sayang, kau tahu, kau tahu aku tak bisa menahan
I can’t take it no more
Aku tak bisa menahan diri lagi
Guilty if I love you was a crime (You)
Bersalah jika mencintaimu adalah kejahatan (Kau)
Guilty, I knew that p*ssy was all mine (You)
Bersalah, aku tahu dirinya sepenuhnya milikku (Kau)
Guilty for tellin’ you we have more time (You)
Bersalah karena bilang kita masih punya banyak waktu (Kau)
Guilty for believing all the signs
Bersalah karena mempercayai semua tanda itu
Pushin’ that p*ssy all in my face, I wanna grab it
Mendorongnya ke wajahku, aku ingin menggenggamnya
You’re like my favorite car, I wanna gas it
Kau seperti mobil kesayanganku, aku ingin memacunya
(She put that grip on mine, I call her gadget)
(Dia menggenggam tanganku erat, kupanggil dia gadget-ku)
[Teezo Touchdown:]
Nah, nah, nah, nah, we fight (Fight)
Tidak, tidak, tidak, tidak, kita bertengkar (Bertengkar)
We fuss, we fight (Fight)
Kita ribut, kita bertengkar (Bertengkar)
You cuss, I cuss, we … my life (Life)
Kau mengumpat, aku mengumpat, kita … hidupku (Hidup)
You really bust my lies (My lies)
Kau benar-benar membongkar kebohonganku (Kebohonganku)
For what? Some likes, I’d like to thank that we better than that
Untuk apa? Demi beberapa like, aku ingin bilang kita lebih baik dari itu
But I know what you like that make-up sex, don’t nothin’ get you wetter than that (Oh, oh)
Tapi aku tahu kau suka seks rekonsiliasi itu, tak ada yang bikin kau lebih bergairah dari itu (Oh, oh)
When I raise my voice (You moist), but I make a point (It’ll make you cry)
Saat aku meninggikan suara (Kau basah), tapi aku menegaskan maksudku (Itu akan membuatmu menangis)
So when you come home, slammin’ them doors, packin’ up clothes (Why? Why?)
Jadi saat kau pulang, membanting pintu, mengemasi baju (Kenapa? Kenapa?)
It’s ‘cause you need some me (Some me) and I got you (I got you)
Itu karena kau butuh diriku (Diriku) dan aku ada untukmu (Aku ada untukmu)
I’m your lover, I’m your homie
Aku kekasihmu, aku sahabatmu
I’m your twin (Twin), I’m your partner, not your problem
Aku kembaranmu (Kembaran), aku pasanganmu, bukan masalahmu
We break up, then make up (Baby)
Kita putus, lalu baikan (Sayang)
Then hang out, then hang up (Baby, why?)
Lalu jalan bareng, lalu memutus hubungan (Sayang, kenapa?)
We lay down, then lay up (Why?)
Kita berbaring, lalu bercinta (Kenapa?)
[Don Toliver:]
Guilty if I love you was a crime (You)
Bersalah jika mencintaimu adalah kejahatan (Kau)
Guilty, I knew that p*ssy was all mine (You)
Bersalah, aku tahu dirinya sepenuhnya milikku (Kau)
Guilty for tellin’ you we have more time (You)
Bersalah karena bilang kita masih punya banyak waktu (Kau)
Guilty for believing all the signs
Bersalah karena mempercayai semua tanda itu
Pushin’ that p*ssy all in my face, I wanna grab it
Mendorongnya ke wajahku, aku ingin menggenggamnya
You’re like my favorite car, I wanna gas it
Kau seperti mobil kesayanganku, aku ingin memacunya
She put that grip on mine, I call her gadget (Oh, oh, oh)
Dia menggenggam tanganku erat, kupanggil dia gadget-ku (Oh, oh, oh)
Pretty, pretty pink p*ssy
Cantik, cantik, dirinya yang merah muda
Pretty (F*ck it), pretty (P*ssy) pink p*ssy
Cantik (Persetan), cantik (Dirinya) yang merah muda
Pretty, pretty pink p*ssy
Cantik, cantik, dirinya yang merah muda
Pretty (F*ck it), pretty (P*ssy) pink p*ssy
Cantik (Persetan), cantik (Dirinya) yang merah muda