
Makna Lagu Sirnaning Katresnan dari Galih Prastya menceritakan tentang kesedihan mendalam akibat cinta yang telah pudar. Lagu ini menggambarkan seseorang yang masih terbayang-bayang kenangan cinta masa lalu, namun harus menerima kenyataan bahwa perasaan itu telah hilang dan tak mungkin kembali.
Judul “Sirnaning Katresnan” yang berarti “sirnanya/hilangnya cinta” mencerminkan tema utama lagu ini — kepasrahan atas berakhirnya sebuah hubungan dan rasa sakit melihat orang yang dicintai kini bersanding dengan cinta yang lain.
Bait 1
Pindha kartika kang mahesi wengi
(Bagaikan bintang yang menghiasi malam)
Tansah ngiling ke tresna kang kaukir wingi
(Selalu mengingatkan pada cinta yang terukir kemarin)
Cahya rembulan kang katutup mega
(Cahaya rembulan yang tertutup awan)
tresna ilang sak nalika
(cinta hilang seketika)
Bait 2
Wewayang mu ngulandara ing pikir ku
(Bayanganmu berkelana dalam pikiranku)
kadang kala katon nyata ing pandulu
(kadang kala terlihat nyata di pandanganku)
Ning sak iki wus luntur rasa tresnamu
(Namun sekarang telah luntur rasa cintamu)
ora bakal bali ning atiku
(tidak akan kembali di hatiku)
Ref:
Sirnaning katresnan tan bisa manggih kabagyan
(Sirnanya cinta tak bisa menemukan kebahagiaan)
yekti datan bisa sesandingan
(sungguh tidak bisa bersanding bersama)
Rasa tresna sak iki dadi kenangan
(Rasa cinta sekarang menjadi kenangan)
sliramu sumandhing katresnan liyan
(dirimu bersanding dengan cinta yang lain)