
Makna Lagu Merayu Waktu dari Eltasya Natasha menceritakan rasa sakit dan kekecewaan seseorang yang pernah mempercayai cinta sepenuh hati, namun akhirnya ditinggalkan begitu saja. Ia merasa bodoh karena telah menaruh mimpi dan kepercayaan tanpa curiga, sementara pasangannya memilih pergi tanpa kejujuran dan membiarkannya pasrah menanggung luka sendirian. Lagu ini menggambarkan perasaan terjebak dalam waktu — masih mengenang dan “merayu waktu” untuk kembali ke masa saat semuanya masih indah, sementara mantan pasangannya telah bahagia dengan orang baru.
(Ku merayu waktu)
Kau ajarkan aku percaya
Kau pula yang menghancurkanya
Kau buatku setinggi angkasa
Lalu jatuh tanpa sisa
Ku percaya sepenuh jiwa
Menaruh mimpi tanpa curiga
Tak kusangka ujung cerita
Ku sendiri yang peluk luka
Jika hatimu berubah arah
Mengapa tak jujur saja kau atur langkah
Aku patah kau biarkan ku pasrah
Kau bahagia dengan yang baru
Sementara aku masih merayu waktu
Bodohnya ku dulu
Mencintamu sepenuh itu
Ku percaya sepenuh jiwa
Menaruh mimpi tanpa curiga
Tak kusangka ujung cerita
Ku sendiri yang peluk luka
Jika hatimu berubah arah
Mengapa tak jujur saja kau atur langkah
Aku patah kau biarkan ku pasrah
Kau bahagia dengan yang baru
Sementara aku masih merayu waktu
Bodohnya ku dulu
Mencintamu sepenuh itu
Dulu kau genggam aku erat
Takkan pernah berpaling sesaat
Jika memang tak lagi perlu mengapa dulu kau meyakinkanku
Jika hatimu berubah
Mengapa tak jujur saja kau atur langkah
Aku patah kau biarkan ku pasrah
Kau bahagia dengan yang baru
Sementara aku masih merayu waktu
(Bodohnya ku dulu)
Mencintamu sepenuh itu
Kau atur langkah
Ku patah (kau biarkan ku pasrah)
Kau bahagia dengan yang baru
(Sementara aku masih merayu waktu)
Bodohnya ku dulu
Mencintamu sepenuh itu